Rabu, 30 April 2008

MAY DAY....... MAY DAY........

Front Perjuangan Rakyat (FPR) akan melakukan aksi serempak di 23 kota memperingati Hari Buruh se-Dunia (May Day) 2008 . Pesan yang diusung dalam peringatan May Day 2008 ini adalah; "turunkan harga sembako, hapus outsourcing, tolak sistem kerja kontrak, laksanakan reforma agrarian sejati, dan sediakan lapangan pekerjaan dengan upah layak!".

" Krisis harga pangan yang kian mencekik kehidupan rakyat menjadi faktor yang memersatukan gerakan rakyat. Dalam siaran persnya, FPR menyatakan bahwa krisis kali ini merupakan akumulasi dari berbagai krisis ekonomi dunia akibat keserakahan imperialisme. Spekulasi keuangan dan perdagangan internasional yang menyeret naiknya harga minyak mentah serta berdampak pada harga-harga pangan dunia memaksa rakyat bekerja lebih lama, dengan beban yang lebih berat, namun hanya mendapatkan upah yang jauh lebih rendah.

Parahnya, kebijakan pemerintah SBY-Kalla justru memperburuk kehidupan rakyat Indonesia. "Kebijakan-kebijakan SBY-Kalla telah menyebabkan kebangkrutan ekonomi di Indonesia dan memaksa buruh-buruh bekerja dengan upah rendah dan rawan PHK," jelas Muhammad Ali dari Gabungan Serikat Buruh Independen.

Rahmat, dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menyatakan krisis juga telah mengancam kedaulatan pangan rakyat. Kenaikan harga pangan saat ini sesungguhnya merupakan beban yang sangat berat bagi buruh-tani dan tani miskin. Bukannya mengamankan akses pangan rakyat, SBY malah mengekspor beras. "Mereka adalah konsumen pangan dengan daya beli paling rendah", jelas Rahmat. Kaum tani Indonesia menuntut reforma agraria sejati dan perlindungan terhadap produk-produk pertanian domestik.

Pengangguran dan ekspor tenaga kerja

Menurut Front Perjuangan Rakyat, "bagi pemuda dan mahasiswa, krisis ini tidak hanya telah melangitkan biaya pendidikan, melainkan juga telah menyebabkan membanjirnya angka pengangguran usia produktif di Indonesia. Semakin banyak anak-anak usia sekolah yang terlempar ke jalanan, bekerja di sektor-sektor terburuk, yang mengancam keselamatan, kesehatan, pertumbuhan fisik, dan perkembangan jiwa. "Sekolah gratis dan kuliah murah adalah tuntutan kami," tegas Shohib Anshary dari Front Mahasiswa Nasional.

Krisis juga telah menyebabkan negara kian bergantung pada ekspor tenaga kerja dan pemaksaan migrasi. Pendapatan yang berlipat karena beban biaya berlebih (overcharging) adalah modus utama dari rejim SBY-JK untuk menyelamatkan kekuasaannya. Hal ini menyebabkan seratus persen buruh migrant indonesia terjebak dalam beban biaya berlebih dan terpuruk dalam dilemma perbudakan utang.

Enny Lestari dari Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong menuntut pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi PBB tentang Perlindungan hak Buruh Migran dan Keluarganya serta menghapuskan seluruh biaya berlebih yang dibebankan kepada buruh-buruh migrant Indonesia.

Persatuan Buruh dan Tani

"Krisis yang kian memburuk ini mendorong lahirnya persatuan di kalangan rakyat. Rudi K. Dzaman, Koordinator FPR menyatakan, "Pada May Day kali ini kami mengajak seluruh rakyat untuk memperingati Hari Buruh se-Dunia dengan persatuan Buruh dan kaum Tani melawan rejim anti-rakyat SBY-Kalla".

FPR yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi rakyat dalam skala nasional, seperti Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Sarekat Hijau Indonesia (SHI), Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia, Migrant Care, GMNK, Hikmabudhi, SB-API, OPSI, GRI, Forum Buruh Cengkareng, dan organisasi-organisa si massa dan organisasi-organisa si non-pemerintah lainnya.

Selain di Jakarta, kota-kota penting di Indonesia yang melaksanakan aksi dalam koordinasi FPR adalah Bandung, Medan, Surabaya, Makasar, Jambi, Palembang, lampung, Jokja, Garut, Purwokerto, Wonosobo, Malang, Jombang, Denpasar, Mataram, Lombok timur, Pontianak, palu, Donggala, Kendari, Bulukumba, Banjarmasin Selain 23 kota di Indonesia FPR juga menggelar aksi yang bersamaan di Macau dan Hongkong. Dalam peringatan hari buruh se-dunia, FPR mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk terlibat dalam peringatan hari buruh se-dunia 2008.

Senin, 28 April 2008

Tembang.com di HACK

Hari ini dedemit maya kembali beraksi dengan menyerang situs www.tembang .com. Situs lagu-lagu ini dijebol oleh seseorang yang mengaku v3n0m dari Jakarta. Entah punya maksud apa si pelaku beraksi di situs ini, yang pasti daftar lagu atau list lagu di menu Lirik&kord merubah menjadi HackeD by v3n0m From jakarta wiTh Love.
Memang sekilas kita tidak akan tahu kalau situs ini sudah dibajak. coba saja lihat sendiri di http://www.tembang.com/list_alpha.asp......
Apakah ini masih ada kaitannya dengan UU ITE???? hanya pelaku sendiri yang mengetahuinya.


Sabtu, 26 April 2008

Opera Mini Browser

Bagi anda yang ingin akses internet menggunakan telepon selular, saat ini browser opera menyediakan layanan software yang compatible dengan ponsel anda. Selian itu, aplikasi ini juga dapat anda download gratis di http://www.operamini.com/
Saat saya menggunakan aplikasi ini, ternyata lebih mudah dan lebih cepat. selain itu tampilan yang ada dalam layar hanphone juga sama seperti tampilan dala PC kita. Kita dapat mengatur tampilannya, bisa menggunakan gambar ataupun tidak. Selain itu, tampilan bahasa juga sudah bisa suport dalam bahasa indonesia.

Kamis, 24 April 2008

DUKUNG TAHUN KUNJUNGAN WISATA 2008 ; Disparbud Inventarisasi Potensi Wisata di Gunungkidul

Guna mendukung tahun kunjungan wisata 2008, jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul sudah melakukan ancang-ancang untuk menarik jumlah wisatawan sebanyak mungkin ke daerah ini. Jika selama ini yang menjadi primadona adalah objek wisata pantai, berbagai objek lainnya akan dipersiapkan dalam bentuk paket wisata baik wisata minat khusus, wisata alam, sejarah dan budaya. Kabupaten Gunungkidul yang merupakan wilayah perbukitan dan memiliki kawasan karst Gunungsewu, di dalamnya menyimpan potensi wisata seperti gua bawah tanah, sungai bawah tanah maupun wisata alam dan hutan. Namun potensi ini belum digarap secara optimal, sehingga belum mampu mendatangkan wisatawan minat khusus. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul Drs Sudodo MM ketika ditemui KR Senin (17/3). Adapun objek wisata alam yang bisa dikembangkan di antaranya Gua Paesan Tambakromo Ponjong, Gua Grubug dan Kali Suci, Semanu, Gua Lawa Ponjong dan beberapa gua lainnya. Sedangkan untuk kawasan hutan di antaranya Hutan Wanagama, Hutan Lindung di Pantai Wediombo, juga objek lainnya seperti upacara adat, cing-cinggoling, labuhan pantai selatan, rasulan dan lainnya. "Jika potensi ini dikemas pasti akan menarik wisatawan," kata Sudodo. Untuk objek wisata pantai mulai dari Pantai Ngrenehan, kawasan Baron sampai Sadeng yang pada 2007 lalu mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 900 juta, masih perlu didorong lagi agar PAD bisa lebih besar, dengan melakukan pembenahan-pembenahan maupun penambahan fasilitas yang dibutuhkan oleh para wisatawan. Di samping itu juga perlu adanya upaya untuk menekan kebocoran baik dari dalam maupun dari luar dinas. Ada beberapa pantai yang segera dikembangkan di antaranya Pantai Sepanjang sebelah timur Pantai Kukup dan Pantai Ngandong sebelah barat Pantai Sundak. Di samping itu Disparbud Gunungkidul juga tengah menginventarisasi keberadaan potensi wisata alam, hutan, sejarah dan budaya termasuk desa wisata yang sudah mulai dibangkitkan sejak beberapa tahun lalu. Dari hasil inventarisasi tersebut akan segera dibuat paket untuk bisa dikunjungi wisatawan. Namun demikian karena objek wisata tersebut masih terkendala faktor infrastruktur terutama transportasi maka perlu adanya koordinasi dari dinas dan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan dan lainnya. Salah satu kawasan yang kini sedang digodok untuk menjadi paket wisata khusus di antaranya di Desa Bleberan Kecamatan Playen. Desa ini memiliki beberapa potensi wisata yang bisa dikembangkan karena memiliki Gua Rancang Kencono, Air Terjun Si Getuk, aliran Sungai Oyo dan juga mata air yang bisa dikembangkan untuk arena kolam renang, pemancingan dan wisata kuliner."Kami akan segera koordinasi dengan Pemerintah Desa Bleberan dan Kecamatan Playen untuk mewujudkan desa wisata di Bleberan," kata Drs Sudodo. Sudodo berharap untuk bisa mewujudkan desa wisata, hendaknya masyarakat setempat bisa memulai dengan mempersiapkan kawasan baik dengan melakukan pembenahan kawasan, pembuatan jalan dan perlunya kebersihan lingkungan, serta penataan kawasan. Karena desa wisata tidak bisa terwujud hanya mengandalkan dari dinas terkait, tukas Sudodo yang baru menjabat sebagai kepala Disparbud setengah bulan yang lalu.

Sumber berita Kedaulatan Rakyat

Sedih Hatiku

hiks hiks hiks..... Blog ku yang baru aku buat kemarin hilang, ga sengaja kehapus. Waktu mau seting Google adsense,..... terpakasa bikin lagi deh.
Tapi tak mengapa..... yang penting sampai sekarang aku masih di beri kesehatan oleh Yang Maha Kuasa ...(ga nyambung yach^_^)

OK deh.... nge blog lagi yukkkkkkkkkkkkk